MI Raudlatul Muta’allimin 1 bersama MI Mambaul Ulum, MI Miftahur Rohmat, dan MI Tambakrejo menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dengan tema “Guru Berdaya di Era AI (Artificial Intelligence): Design Pembelajaran Kreatif, Humanis, dan Berdampak” pada tanggal 7 Juli 2026 bertempat di Hotel Arayana Trawas. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi guru agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital yang semakin pesat tanpa meninggalkan nilai-nilai humanis dalam proses pembelajaran. Bimbingan teknis tersebut diikuti oleh seluruh guru dari keempat madrasah dengan semangat belajar yang tinggi sebagai wujud komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir guru-guru yang adaptif terhadap perubahan, inovatif dalam merancang pembelajaran, serta mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi hari, dilanjutkan pembukaan oleh panitia yang menjelaskan tujuan, sasaran, serta alur pelaksanaan kegiatan. Suasana pelatihan berlangsung hangat dan penuh semangat karena seluruh peserta hadir dengan motivasi yang sama, yaitu meningkatkan kompetensi profesional di era transformasi digital. Selain menjadi sarana peningkatan kapasitas, kegiatan ini juga menjadi forum silaturahmi dan kolaborasi antarpendidik dari berbagai madrasah dalam berbagi pengalaman serta praktik baik pembelajaran. Interaksi yang terjalin selama kegiatan memperlihatkan bahwa peningkatan mutu pendidikan akan lebih optimal apabila dibangun melalui semangat belajar dan kolaborasi yang berkelanjutan.

Pada sesi awal, H. Anas Samsul Arif, M.Pd. memberikan arahan sekaligus penguatan mengenai pentingnya keberadaan modul ajar sebagai fondasi utama dalam pelaksanaan pembelajaran. Beliau menjelaskan bahwa modul ajar bukan sekadar dokumen administrasi, melainkan peta yang mengarahkan guru dalam menciptakan pengalaman belajar yang terstruktur, bermakna, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Dalam arahannya, beliau juga menegaskan bahwa perkembangan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI), hendaknya dipandang sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, bukan sebagai ancaman bagi profesi guru. Menurut beliau, kemajuan teknologi akan memberikan manfaat yang besar apabila dimanfaatkan secara bijaksana, kreatif, dan tetap mengedepankan peran guru sebagai pendidik yang membimbing serta menginspirasi peserta didik.
Lebih lanjut, H. Anas Samsul Arif, M.Pd. mengajak seluruh guru untuk memiliki pola pikir yang terbuka terhadap perubahan zaman. Beliau menekankan bahwa teknologi dapat membantu menyelesaikan berbagai pekerjaan dengan lebih efektif, tetapi kualitas pembelajaran tetap ditentukan oleh kemampuan guru dalam merancang, mengelola, serta mengevaluasi proses belajar. Guru diharapkan tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu mengintegrasikan nilai-nilai karakter, empati, dan budaya madrasah ke dalam setiap perangkat pembelajaran yang disusun. Arahan tersebut memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar terus mengembangkan kompetensi diri sebagai pendidik profesional yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21.

Materi berikutnya disampaikan oleh Hj. Hamamah, M.Pd. yang membahas mengenai pentingnya Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai landasan dalam membangun pembelajaran yang humanis dan bermakna. Beliau menjelaskan bahwa keberhasilan pembelajaran tidak hanya diukur dari pencapaian akademik, tetapi juga dari kemampuan guru dalam membangun hubungan emosional yang positif dengan peserta didik. Menurut beliau, Kurikulum Berbasis Cinta mengedepankan nilai kasih sayang, penghargaan terhadap potensi setiap anak, serta pembelajaran yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi peserta didik. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendorong tumbuhnya karakter, kreativitas, dan semangat belajar siswa.
Selain menjelaskan konsep Kurikulum Berbasis Cinta, Hj. Hamamah, M.Pd. juga memaparkan tahapan penyusunan modul ajar yang sesuai dengan prinsip pembelajaran mendalam dan berpusat pada peserta didik. Beliau menguraikan berbagai komponen penting dalam modul ajar, mulai dari identifikasi tujuan pembelajaran, penyusunan aktivitas belajar, pemilihan media, hingga penyusunan asesmen yang relevan dengan kebutuhan siswa. Penyampaian materi dilakukan secara sistematis disertai berbagai contoh implementasi sehingga memudahkan peserta memahami konsep yang dijelaskan. Melalui sesi ini, peserta memperoleh pemahaman bahwa modul ajar yang baik harus mampu mengintegrasikan aspek akademik, karakter, serta kebutuhan perkembangan peserta didik secara seimbang.

Sesi terakhir disampaikan oleh H. Agus Bukhori, M.Pd. yang mengulas secara mendalam mengenai teknis penyusunan modul ajar berbasis Artificial Intelligence (AI). Dalam paparannya, beliau memperkenalkan berbagai platform AI yang dapat dimanfaatkan guru untuk membantu menyusun tujuan pembelajaran, menyajikan materi, merancang aktivitas belajar, membuat asesmen, hingga menyusun refleksi pembelajaran secara lebih efisien. Beliau menjelaskan bahwa penggunaan AI bukan dimaksudkan untuk menggantikan peran guru, melainkan sebagai alat bantu yang dapat meningkatkan produktivitas serta mempercepat proses penyusunan perangkat ajar. Oleh karena itu, guru tetap memiliki tanggung jawab utama dalam melakukan validasi, penyempurnaan, dan penyesuaian hasil yang dihasilkan oleh teknologi.
Pada sesi praktik, peserta diajak mencoba secara langsung menyusun modul ajar berbasis AI sesuai mata pelajaran masing-masing. H. Agus Bukhori, M.Pd. memberikan bimbingan mengenai teknik menyusun prompt yang tepat agar AI mampu menghasilkan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan tujuan dan karakteristik peserta didik. Selama praktik berlangsung, para guru tampak aktif berdiskusi, saling bertukar pengalaman, serta mengeksplorasi berbagai kemungkinan pemanfaatan AI dalam mendukung proses pembelajaran. Suasana belajar berlangsung interaktif sehingga peserta memperoleh pengalaman nyata dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam penyusunan perangkat ajar.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Berbagai pertanyaan, diskusi, serta berbagi praktik baik mewarnai setiap sesi sehingga pelatihan tidak hanya bersifat satu arah, tetapi berkembang menjadi forum pembelajaran kolaboratif. Para guru juga saling memberikan masukan mengenai strategi pembelajaran yang telah diterapkan di madrasah masing-masing sehingga memperkaya wawasan seluruh peserta. Kegiatan ini sekaligus memperkuat budaya belajar bersama sebagai salah satu karakter penting dalam pengembangan profesi guru.
Tema “Guru Berdaya di Era AI (Artificial Intelligence): Design Pembelajaran Kreatif, Humanis, dan Berdampak” menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk memperkuat kualitas pendidikan, bukan sekadar mengikuti tren digital. Guru dituntut mampu memadukan kecanggihan teknologi dengan kreativitas, kepedulian, serta nilai-nilai kemanusiaan sehingga pembelajaran tetap berpusat pada kebutuhan peserta didik. AI dapat mempercepat proses kerja, tetapi sentuhan empati, keteladanan, dan inspirasi tetap menjadi kekuatan utama seorang guru. Oleh sebab itu, transformasi digital harus berjalan seiring dengan penguatan kompetensi pedagogik dan karakter pendidik.
Kegiatan Bimbingan Teknis yang diselenggarakan berdampak pada peserta dalam memperoleh pengetahuan baru, pengalaman praktis, serta wawasan yang lebih luas mengenai penyusunan modul ajar yang kreatif, humanis, dan berbasis teknologi Artificial Intelligence. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat diimplementasikan secara nyata dalam proses pembelajaran di masing-masing madrasah sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan. Melalui semangat kolaborasi, inovasi, dan pembelajaran sepanjang hayat, guru diharapkan terus menjadi pendidik yang berdaya, adaptif, dan mampu menghadirkan pembelajaran yang memberikan dampak positif bagi perkembangan peserta didik.
MI Raudlatul Muta’allimin 1 melaksanakan kegiatan Outdoor Learning bagi siswa kelas 1 dan 2 pada tanggal 19 Mei 2026. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk pembelajaran
MI Raudlatul Muta’allimin 1 menggelar kegiatan pelatihan pembuatan perangkat ajar berbasis Artificial Intelligence (AI) pada tanggal 17 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti oleh se
Prestasi membanggakan kembali diraih MI Raudlatul Muta’allimin 1. Kontingen Pramuka penggalang madrasah ini berhasil menorehkan prestasi gemilang dalam kegiatan JANGKA (Jelaj
Suasana kebersamaan pasca-Ramadan terasa hangat di lingkungan keluarga besar MI Raudlatul Muta’allimin 1 saat seluruh warga madrasah mengikuti kegiatan Halal bi Halal yang di
Suasana Ramadhan terasa hangat di lingkungan madrasah saat ratusan siswa mengikuti rangkaian kegiatan Cahaya Ramadhan (Cakap, Aktif, Humanis, & Ayo Amalkan) yang diselenggaraka
Suasana Ramadhan terasa hangat di lingkungan madrasah saat ratusan siswa mengikuti rangkaian kegiatan Cahaya Ramadhan (Cakap, Aktif, Humanis, & Ayo Amalkan) yang diselenggaraka
MI Raudlatul Muta’allimin 1 menyelenggarakan kegiatan Mujahadah atau Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) sebagai program rutin bulanan yang bertujuan memperkuat pembinaan spiri
MI Raudlatul Muta’allimin 1 menggelar kegiatan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1446 Hijriyah sebagai bagian dari upaya pembinaan keimanan dan karakter r
MI Raudlatul Muta’allimin 1 melaksanakan kegiatan pembagian rapor atau laporan hasil studi peserta didik Semester I Tahun Pelajaran 2025/2026 sebagai bagian dari rangkaian ev
MI Raudlatul Muta’allimin 1 menggelar kegiatan penguatan motivasi belajar peserta didik setelah pelaksanaan Sumatif Akhir Semester (SAS) melalui penyelenggaraan Career Day ya